Dengan berbagai aturan yang ditetapkan oleh peserta panitia JLPT Saya memutuskan untuk tidak ikut negara dengan alasan di bawah ini: 

  1. Total Peserta 541

Kalau dilihat dari peserta N4 sampai N1 totalnya 541 peserta. Tentang ditambah panitia beserta pihak di STIE Malangkucecwara. Disini bisa terlihat lebih dari 500 orang yang akan ada. Maka dari itu itu potensi penularan virus lebih mudah tertular. 

2. Terjadi kuruman di pintu masuk/ keluar karena di atur jam kedatangan dan kepulangan 

Dengan orang sebanyak itu itu susah sekali untuk menghindari kerumunan. Terlebih dengan diatur waktu kedatangan ini akan menimbulkan kerumunan di pintu masuk karena peserta berkumpul di pintu masuk, demikian pula  jam kepulangan pun diatur sedemikian rupa, tetapi akan menimbulkan kerumunan di area pintu masuk maupun pintu keluar.

3. Tes Bebas Covid-19 bukan berarti aman dari Covid-19

Dari informasi teman saya yang bekerja di rumah sakit, pasien yang terkena covid cukup tinggi dan tempat sudah penuh. Walaupun sudah di tes bebas Covid-19 (hasil “negatif”) dan vaksin , bukan berarti kita aman dari Covid-19 potensi terkena masih cukup tinggi.

4. Aturan pemerintah

Dengan aturan pemerintah yang ketat ini juga beresiko juga bagi panitia, bisa terkena sanksi. Walaupun sudah mengikuti protokol, tetapi terjadi kerumunan maka tetap aja bisa kena sanksi. 

Dari penjabaran di atas, saya memutuskan untuk tidak ikut Ujian JLPT N4 di Malang, dengan alasan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *